Hanya nafas malam membangunkanku
Menyadarkan hari dalam pernyataan hati
Untuk sebuah kalimat tanpa kata

Cinta,
Dulu kebencian menyelimuti hati atas namanya
Kini tiada membenci
Tiada menyanjung lebih

Kejahatan hati peran utama dalam hidupku
Melambungkan ketinggian
Kemudian menghempas sesuka hati

Bukan kemauan kata
Namun takdir memilih

Aku tanpa arah tapi berarah
Aneh