wahai kesatriaku mengapa begitu lambat pada perjalanan
Keraguankah?
Atau
Engkau bosan menemaniku?
Hinga kini ku tak tau mengapa engkau selalu tepat dibelakangku
Ingin larikah ketika musuh datang
Atau
Melindungiku dari belakang
Tapi jika melindungi,
hmm
Bagaimana dengan depan dan sampingku
Wahai kesatriaku
Penjaga setiaku
Mengapa engkau sangat lambat?
Sedang menyaksikan pertunjukan apa?
Apakah engkau sedang menelan sesosok ini
Dan menyimpannya dalam benak terdalam sebelum kau pergi
Apakah engkau akan meninggalkanku sendiri pada waktu?
Sedangkan harapku selalu bersama engkau
Bayangkan jutaan air mata hingga tiada menetes
Ketika ku kehilanganmu
Aku akan menghunus jantung ini dengan pedang legenda
Agar aku mampu melihat kamu di sana
Tapi tidak bersama engkau
Karena penyekat jalur kita atas kepergian
Maka akan ada tiada terhitung tetesan mengalir hingga penyambung zaman demi zaman
Tanpa akhir
Sebagai hukuman pada kamu pada aku karena engkau telah meninggalkanku pada waktu
Biarlah engkau menanti kedatanganku
Karena aku hanya mampu melihat dari sebrang kelam tanpa engkau menyadarinya
Aku ingin selalu melihat engkau walau dengan dari sudut kelamku
Menyiksa hati
Akankah kau datang dan membebaskan aku seperti dulu?
Sedangkan ini tempat keabadian tanpa penebus
Ingatlah
Ketika memutuskan pergi tanpaku
Maka jangan menanti aku
Karena aku telah tersesat tanpa kamu
Tanpa kamu

0 Komentar