Para penebar janji
Benih mu tertanam di seluruh raya
Dengan pupuk ternama kau ciptakan
Pertumbuhan kian memesat menandakan persetujuan
Namun di balik gurindam waktu tiada berbuah
Sedangkan kami telah merelakan tanah-tanah kami di bajak dengan ganas

Wahai para penyemai janji
Suntikan kata ternama 
Terhalus sebagai pemikat
Akan kebodohan pemanfaatan pada diri kami
Jika sebuah peradapan memprotes etos
Apakah kau masih bisa berjanji?

Di sudut kota gubuk dunia
Para tatapan nanar bertanya
Buah manis para pendehaga