Hari ini saya akan berbagi sebuah kisah yang mungkin tidak masuk akal.  Ini sambungan dari pembahasan beberapa bulan yang lalu,  tentang sebuah perbedaan yang mungkin dianggap sebagian orang sebagai bencana dan dianggap sebagiannya lagi sebagai sebuah yang luar biasa.  Dimana pun terletak,  sungguh ini sebuah keinginan tapi adalah sebuah jalan takdir yang harus di lalui.

Orang-orang seperti kami ini memiliki suatu hal yang berbeda.  Dengan satu jenis saja,  kami tidak memiliki kemampuan semuanya,  kami hanya memiliki satu kemampuan.  Dan kali ini kami akan ceritakan tentang kekuatan alam,  pengendalian alam.

Kesedihan, kegembiraan bercampur aduk pada kami.  Namun semua tergambar pada ekspresi alam.  Beberapa dari kami mampu mengendalikan alam,  dengan kata lain alam adalah ekspresi kami.  Tapi itu tanpa kami sadari.  Ketika kami sedih alam berubah menemani dalam kesedihan.  Dan begitu seterusnya dengan semua rasa.

Dan ada lagi yang namanya penyerapan energi alam.  Dan hal ini saya tidak mengerti.  Karena kami hanya memanfaatkan alam mengalir atau huftt ini sulit di jelaskan dengan logika.

Hmm...
Energi alam mengalir ke seluruh semesta.  Namun tanpa disadari semua manusia mengambir energi dari alam. Dengan jumlah persentasi yang berbeda dan dengan cara yang berbeda.  Misalnya tumbuhan kita memerlukannya untuk makan dan hasilnya energi yang di butuhkan oleh tubuh.  Dengan kata lain energi tumbuhan akan kita serap melalui makan.  Jadi kami berkesimpulan bukan hanya kami atau mereka tapi kita semua.  Jadi tidak ada perbedaan antara kita.

Sumber: kami