Aku kira aku mengagumi orang yang benar,  aku kira dia sahabat yang baik.  Tapi aku salah,  aku telah salah besar. Ketulusan dan kepolosanku selalu di khianati dan disakiti.  Aku berusaha kuat memendam rasa sakit ini,  namun aku hanya manusia biasa. Dia adalah sahabat virtualku,  sahabat terbaik.

 Satu persatu sahabatku di dunia real pergi jauh meninggalkanku,  mereka tidak ada di sekitarku kini.  Masa ini adalah masa tersulit dari ku.  Dan pada akhirnya aku sendiri lagi padahal baru saja aku merasakan kebahagian bersama para sahabat. 

Bahkan aku kehilangan sahabat virtual ku,  sahabat yang paling berharga.  Dia meninggalkanku hanya demi teman yang baru ditemuinya. Dia pergi ketika tidak membutuhkan aku lagi. Aku menganggap dia sebagai seseorang yang mengingatkan aku pada Allah,  namun aku salah besar.   Aku bukan seorang pengemis,  namun ini sangat menyakitkan bagiku.  Walau aku tahu dari dulu aku selalu menyendiri dan diam sendiri. 

Ternyata semua sama saja,  dulu ada seseorang yang bilang kepadaku bahwa dia berbeda,  dia akan menjadi sahabatku. Namun salah besar karena aku percaya pada dia.  Dia juga pernah bilang selalulah menjadi orang baik,  jika tidak dipertemukan maka kamu akan ditemukan orang baik.  Tapi itu semua salah,  salah besar. Dia pergi menjauh,  sangat jauh untuk aku gapai kembali.

Aku juga kehilangan satu sahabat real yang sangat berharga bagiku.  Sahabat real yang selalu mendengar ceritaku atas ketidaklogikaan,  di luar batas logika.  Dia akan pergi jauh kesuatu tempat, kembali ke kota asalnya.  Jauh sangat jauh. Di saat dia menghadapi masalah dan dianggap antisiosme sama semua orang disekitarnya kecuali orang tuanya,  dia masih menghawatirkan aku.  Dia selalu bilang jangan sampai orang tau tentang ketidaklogikan itu,  agar mereka tidak mengasingkan kamu.  Iya aku bertanya apa salahnya kami,  kami para indigo,  kami yang memiliki kekurangan ini
 Kenapa kami selalu dimanfaatkan dan di kucilkan.  Padahal sebagian dari kami tidak pernah ingin memiliki yang kami miliki.  Tahukah kalian kami berusaha kuat untuk menjadi normal.  Sungguh kami ingin menjadi seperti kalian.  Bukan aneh atau dimanfaatkan Karena kami berbeda.  Kami juga manusia sama seperti lainnya. Dalam setiap kehidupan kami,  kami harus melawan diri sendiri untuk menahan godaan dalam diri kami.  Untuk tidak melawan bila disakiti atau diuji orang lain.
Apa salah kami jika kami terlahir dengan berbagai kekurangan ini.

Kami juga tau apa pandangan islam terhadap kami,  sungguh kami ingin normal.

Kehidupan kembali membuat aku down,  aku sendiri dan banyak terpaku berfikir.  Aku kembali mengalami masa-masa sulit ini. Masa dimana aku kehilangan orang-orang yang aku percaya.

Aku tahu dalam hidup akan ada yang datang dan pergi,  dengan cara yang indah atau sakit. Dan aku mencoba untuk menerima semuanya yang sulit.  Atas penghianatan,  azas manfaat,  dan keterbuangan.

Langit itu terlalu tinggi untuk di gapai. 

Semoga kalian selalu bahagiah,  sukses dalam lindunganNYA.  Untuk kamu muffy,  akahide tenosha.  Terima kasih sudah menjadi sahabatku. Ternyata inilah akhirnya kepada pertemuan kita. Mungkin aku yang terlalu egois telah menahan kalian untuk selalu bersamaku. Maaf atas ketidak berdayaanku pada kehidupan. 

Aku lebih memilih untuk berbenah diri dan hati. Satu hal yang penting untuk tidak mudah percaya pada orang lain,  walau dia orang baik sekalipun. Aku pasti penuhi semuanya akan buku yang di buat, untuk kamu akahide. lni adalah sebuah pelajaran yang berharga.

Di kutip dari, 
by Aväntikä