Dalam dunia astronomi bersujud itu adalah berputar. Pada benda-benda angkasa maupun lainnya termaskl sisitem atom akan berputar untuk mempertahankan kestabilannya. Menurut para peneliti dalam perputaran itu akan mengeluarkan suara yang tidak dapat di dengar oleh telinga manusia, inilah yang di teliti belakangan ini yang dikenal dengan bertasbihnya benda-benda.


Dan kemungkinan besar yang di maksud dalam mimpi Nabi Yusuf melihat bulan bersujud kepadanya adalah maksudnya bulan berputar kepadanya.

Hubungannya adalah mari kita pahami dalam sholat,,,,

Saat terjadi gerhana maka benda langit matahari, bulan, dan bumi akan terletak pada satu garis lurus yaitu 180 derajat.  Maka hubungannya gerhana dengan sholat gerhana adalah:

Satu rakaat = satu putaran = 360 derajat = 0 derajat
Maka dalam dua rakaat sholat gerhana:
  1. 360 derajat +90 derajat (karena 2 kali rukuk) = 0 derajat +90 derajat = 90 derajat
  2. 360 derajat +90 derajat (karena dua kali rukuk) = 0 derajat + 90 derajat = 90 derajat

Maka jumlah total seluruhnya adalah 180 derajat = garis lurus

Gerak satu rakaat = 36 derajat
I’tidal (0 derajat) + rukuk (90 derajat) + sujud (90 derajat+45 derajat) + duduk antara dua sujud (0 derajat) + sujud (45 deraja t+ 90 derajat) = 360 derajat


Jadi total seluruhnya untuk gerakan satu rakaat adalah 3600. Berarti dalam hal ini dapat dikatakan bahwa benda-benda yang ada di semesta ini juga sholat dan beribadah dan bertasbih layaknya manusia. Benar bahwa Allah tidak menciptakan ciptaan kecuali hanya untuk beribadah kepada NYA, namun dengan caranya masing-masing.


Dari sinilah kita bisa buktikan bahwa planet yang sudah mati tidak akan berputar  lagi, sama halnya dengan sholat zenajah yaitu jika kita matematiskan kembali maka akan terdapat 00 karena hanya ada berdiri tegak lurus pada rakaatnya.

Daftar Pustaka:
Basya, Fahmi. 2014. One Million Phenomena. Jakarta Selatan: Zahira.