Ain adalah merupakan penyakit yang timbul karena kedengkian di jiwa. Dan biasanya mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat manusia normal.Yaitu dapat melihat bangsa jin, ketika bangsa jin tidak menampakan diri.
Diriwayatkan oleh Abu Abdillah At-Tayyahi, dimana dalam sebuah perjalanan ia mengendarai unta yang bagus sekali. Diantara rombongan yang mengiringnya terdapat seorang laki-laki yang hampir setiap saat memandang sesuatu pasti sesuatu itu rusak atau binasa. Saat abu Abdillah pergi ia menatap unta itu dan menatapnya hingga unta itu bergetar dan roboh, dan saat Abu Abdillah diberitahu tentang ini dia mencari laki-laki pembuat ain itu dan berdiri dihadapannya lalu berdo'a; "Dengan nama Allah, yang tertahan akan tertahan, batu-batuan tetap mengering, bintang berekor tetap bersinar, kubalikan 'ain itu kepada pemiliknya dan kepada orang yang paling menyukai 'ain tersebut. Lalu ia membacakan Firman Allah (dalam surah al Mulk ayat 3 dan 4);
“Ma taroo fii kholqirrahmann...
Artinya; "...Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah". Kedua bola mata laki-laki itu keluar dan unta itu berdiri dalam keadaan sehat wal afiat.
Itu sebabnya ketika melihat hal gaib maka pandanglah terus, jangan sedikit berpaling melihat yang lain, maka akan menghilang. Karena sesungguhnya itu hanya tipu daya dan muslihat.
Ciri-Ciri Penderita Ain:
- Kesemutan, kepanasan atau kedinginan pada bagian tubuh tertentu.
- Detak jantung tidak teratur, kadang cepat kadang lambat.
- Rasa sakit yang berpindah-pindah pada bawah punggung dan bahu.
- Merasa sedih dan tertekan.
- Pusing yang berpindah-pindah.
- Wajah pucat atau ada flek hitam pada wajah.
- Banyak keluar keringat dan sering kencing.
- Sering bersendawa dan sesak di dada.
- Sering menyendiri, tidak bersemangat, malas, banyak tidur, dan masalah-masalah kesehatan lain yang sebabnya bukan karena faktor medis; Nangis tanpa sebab dan tidak berhenti-henti, yang tadinya penurut menjadi pembangkang, rewel dan sulit diatur, malas, bebal dan suka ngantuk.
- Tidak nafsu makan
- Susah tidur malam hari.
- Emosi berlebihan, paranoid dan marah yang tidak wajar.
- Sering merasa asik sendiri atau harus ada anggota tubuh yang bergoyang secara terus menerus.
- Tidak bisa merasa tenang
0 Komentar