Benarkah jantung berhenti berdetak saat bersin?
Sebenarnya ada anggapan bahwa saat bersin jantung akan berhenti berdetak. Pada saat kita bersin, secara refleks otot-otot yang ada di muka kita menjadi tegang, jantung akan berhenti berdenyut sesaat. Segera setelah bersin maka jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali.
Sebenarnya ada anggapan bahwa saat bersin jantung akan berhenti berdetak. Pada saat kita bersin, secara refleks otot-otot yang ada di muka kita menjadi tegang, jantung akan berhenti berdenyut sesaat. Segera setelah bersin maka jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali.
Beberapa mahasiswa dari sebuah universitas di Amerika membuat penelitian tentang bersin ini. Mereka ingin tahu kenapa manusia bersyukur dan saling mendoakan pada saat bersin. Dari hasil penelitian, ternyata pada saat bersin jantung manusia berhenti berdetak "nol koma sekian detik".
Tapi kabar mengenai jantung berhenti saat orang bersin adalah tidak benar, tekanan dalam dada saat orang bersin hanya mengubah tekanan pada denyut jantung tapi tidak membuatnya berhenti, seperti dikutip dari Menshealth.
Bersin diawali dengan sensasi menggelitik di ujung saraf yang mengirim pesan ke otak untuk membersihkan lapisan hidung. Sebelum bersin orang akan menarik napas dalam-dalam dan mengencangkan otot-otot dada.
Tekanana yang sangat banyak mengisi ruang di dada dan tekanan yang memuncak bisa sejenak merubah ritme dari detak jantung kita dan bisa pula melompati detakan. Adanya perubahan tekanan ini membuat irama detak jantung menjadi berubah sehingga beberapa orang menganggap jantungnya berhenti saat bersin. Tapi tidak akan membuat detak jantung berhenti.
Itulah mengapa dan sebab orang lain mendo'akan ketika bersin,karena jantung mengalami lompatan detakan yang mengakibatkan hampir berhenti. Dan kita tau kalau jantung merupakan organ vital bagi manusia, maka dari itu hendaknya ketika kita bersin mengucap “Alhamdulillah”(segala puji bagi Allah) sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT. Sedangkan orang yang mendengarnya mendo’akan “yarhamukallooh” (semoga Allah merahmatimu), sedangkan orang yg bersin membalas doa’nya “yahdiikumullooh wayushlih baalakum” (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”.
(Shahih Bukhari, 6223)

0 Komentar