Aku ingin berbagi kisah yang mungkin penting buat kalian atau bahkan tidak penting.
Langsung aja ya ceritanya, tapi seru ini kalau di buat ke cerpen kan buat nambah koleksi buku aku. Gini nih ceritanya dulu aku itu benci banget sama islam, padahal aku terlahir dari keluarga islam, kakek aku juga seorang ulama besar di wilayah kami, seorang guru yang disegani masyarakat. Dalam fikiran aku waktu dulu itu sempat berfikir mau pindah agama ketika dewasa nanti. Aku berfikir apa islam itu penuh kekerasan, disiksa, dicaci, dibunuh, kasus pemerkosaan, perampokan dan lainnya, kayak berantakan banget. Jadi semua ibadah yang diajarkan orang tua aku iya aku lakukan seadanya aja , yang penting dilihat oleh orang lain aku melakukan ibadah, padahal fikiran itu entah kemana mana, yang penting bergerak aja. Ya Allah konyolnya aku dulu.
So, kenapa aku bisa benci islam dahulu itu? Itu karena sebuah kesalahan penayangan, waktu kecil aku dibiasakan atau bisa dibilang bebas melihat tv yang unsur kekerasan dan si terlibat beragama islam. Sampai aku berfikir kok agama ini lain sendiri, selalu ribut dan diributi. Itulah femikiran aku dulu. Dan setelah sekarang aku baru tahu bahwa anak kecil gak baik dipertontonkan unsur-unsur negatif seperti itu. Jadinya ya seperti itu, fisikologis anak dapat terganggu.
Aku mulai tersadarnya tamat SMA, aku selalu berfikir, sebenarnya seperti apa agama yang aku anut, kenapa sampai segininya. Dan akhirnya aku mencari kebenaran dari agama yang aku anut. Aku pergi ke pengajian-pengajian, aku ikuti organisasi islam yang ada di wilayah aku, dan luar biasanya aku aku ikuti semua organisasi islam, kan ada bnyak itu yang terdaftar di negara ini. Hanya demi satu, islam itu seperti apa. Banyak hal yang aku pelajari, hingga akhirnya aku mencapai dalam femikiran cerdas, dan aku menemukan jawabanku, iya inilah yang aku inginkan, dan sekarang aku mencintai Agamaku.
Aku gak tau harus cerita gimna lagi, karena untuk mencari jawaban atas pertanyaan sungguh snagat sulit, naik turun kepercayaan dipermainkan, aku benar-benar tidak bisa berkata-kata. Nanti aku tuangkan deh dalam bentuk cerpen aja, biar kalian memahami makna semuanya, okay.


0 Komentar