Para ilmuwan di Lembaga Ilmu Kedokteran Islam di Amerika menemukan hasil bahwa:
  1. Penelitian pertama menghasilkan pembuktian Al-Qur’an mempunyai pengaruh penenang pada 97% percobaan yang dilakukan. Pengaruh ini dilihat dari perubahan fisikologis yang menunjukan adanya penurunan derajat ketegangan system saraf otonom.
  2. Percobaan berikutnya menghasilkan adanya perbandingan hasil yang positif dengan persentase 65 %. Berbagai pengulangan penelitian semakin menunjukan kekuatan daya sembuh AL-Qur’an.


Tahun 1979, diadakan sebuah symposium di sebuah lembaga penyiaran radio yang diikuti oleh pakar, peneliti, dan pasien. Dan di hasilkan:
  1. Tidak mungkin menerapkan parameter fisik dan ilmiah yang terbatas pada AL-Qur’an. Kesimpulan ini di dapat setelah membahas mengenai ruh, manusia, jin, dan setan di dalam Al-Qur’an.
  2. Adanya kberadaan yang bersifat non-material, yakni ruh.
  3. Ruh memiliki kebebasan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
  4. Perlindungan syar’I dan ruqyah adalah titik temu antara kedokteran, psikologis, agama, dan keadaan paranormal.
  5. Kepribadian ganda dan penyakit jiwa lainnya tidak lain ikut campur tangan jin, maka tidak lain manusia mengenal ruh jahat dan ruh baik.

# Sumber : Ensiklopedi Pengobatan Islam