(Sumber: www.bobo.grid.id)

A.  Sistem Limfatik (Sistem Getah Bening)

Sistem limfatik berperan penting dalam membentuk kekebalan atau imunitas tubuh. Sistem limfatik terdiri dari beberapa organ yang memiliki fungsi masing-masing untuk mendukung kekebalan tubuh terhadap penyakit.Sistem getah bening mengumpulkan cairan, zat sisa, dan hal lainnya (seperti virus, bakteri, dan jamur) pada jaringan tubuh, di luar aliran darah.Ketika cairan mengalir, kelenjar getah bening menyaring bakteri, virus, dan zat asing lainnya. Lalu, cairan yang telah tersaring, garam, dan protein dikembalikan ke dalam peredaran darah.

Sistem limfatik memiliki peranan penting terhadap berbagai fungsi tubuh. Beberapa fungsi utama dari sistem limfatik adalah:

1.    Melawan berbagai penyebab infeksi, seperti kuman, virus, jamur, dan parasit

2.    Mendeteksi keberadaan sel kanker dan mencegah pertumbuhannya

3.    Mengatur keseimbangan cairan tubuh

4.    Menyerap sebagian lemak dari makanan di dalam usus

5.    Mendeteksi keberadaan antigen dan membentuk antibodi untuk melawannya

1. Organ Sistem Limpatik

a. Sumsum tulang dan kelenjar timus

Sumsum tulang dan kelenjar timus merupakan organ yang berperan penting dalam kekebalan tubuh dan berperan sebagai kunci utama sistem limfatik. Sumsum tulang bertugas untuk menghasilkan berbagai jenis sel darah, seperti sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih (leukosit). Sementara itu, kelenjar timus bertugas untuk menghasilkan sel limfosit yang disebut sel T. Sel ini berfungsi untuk mendeteksi dan melawan bakteri maupun virus penyebab infeksi.

 

b. Limpa

Limpa merupakan organ terbesar di dalam sistem limfatik. Organ yang terletak di sebelah kiri lambung ini bertugas untuk menyaring dan memonitor darah dalam tubuh. Limpa juga berperan dalam produksi dan penyimpanan sel tubuh, termasuk berbagai jenis sel darah putih.

c. Kelenjar dan pembuluh getah bening

Di dalam tubuh, sel-sel darah putih yang dihasilkan oleh sistem limfatik akan bergerak melalui cairan getah bening atau cairan limfatik. Cairan ini tersebar melalui pembuluh getah bening. Aliran cairan getah bening juga diatur oleh kelenjar getah bening. Kelenjar ini juga bertugas untuk menyimpan sel-sel darah putih yang berperan dalam melawan sel kanker dan mikroorganisme penyebab infeksi, seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Kelenjar getah bening terletak di hampir seluruh bagian tubuh, termasuk leher, dada, ketiak, perut, dan selangkangan.

 

d. Tonsil atau amandel

Tonsil atau dikenal dengan nama amandel adalah bagian dari organ sistem limfatik yang berukuran kecil dan terletak di belakang tenggorokan.Fungsi tonsil yang utama adalah sebagai salah satu pertahanan tubuh dalam memerangi infeksi.Tonsil menghasilkan sel darah putih dan antibodi, serta mampu menyaring virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Organ ini juga berfungsi mencegah masuknya benda asing yang mungkin terhirup ataupun tertelan sebelum masuk ke dalam paru-paru.


e. Kelenjar timus

Kelenjar timus adalah bagian penting dari sistem limfatik dalam tubuh. Salah satu fungsi kelenjar timus yang utama bagi kesehatan adalah memproduksi sel darah putih yang disebut limfosit-T atau sel T yang berfungsi untuk melawan sel penyebab infeksi.Kelenjar timus terletak di tengah rongga dada, tepatnya di belakang tulang dada dan di antara paru-paru.

2. Gangguan pada Sistem Limfatik

Beberapa gangguan atau penyakit yang dapat menyerang sistem limfatik:

1. Infeksi

Infeksi yang diakibatkan virus, bakteri, kuman, jamur, dan parasit dapat memicu perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, termasuk kelenjar getah bening. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan kelenjar getah bening atau limfadenitis. Gejala yang timbul akibat limfadenitis bervariasi, tergantung penyebab dan lokasi terjadinya infeksi. Ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening biasanya akan mengalami pembengkakan.

2. Kanker

Limfoma merupakan kanker kelenjar getah bening yang terjadi ketika sel limfosit tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali. Kanker pada sistem limfatik dapat membuat sel-sel limfosit tidak berfungsi dengan baik dan mengganggu kelancaran aliran cairan getah bening pada pembuluh dan kelenjar limfatik.

3. Penyumbatan (obstruksi)

Penyumbatan atau obstruksi dalam sistem limfatik dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan akibat penumpukan cairan getah bening (limfedema). Kondisi ini dapat disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut pada pembuluh getah bening, misalnya karena cedera, radioterapi, atau operasi pengangkatan kelenjar getah bening. Penyumbatan saluran limfatik juga dapat disebabkan oleh infeksi, misalnya pada penyakit filariasis.

4. Penyakit autoimun

Selain berbagai penyakit di atas, sistem limfatik juga bisa terganggu akibat adanya kondisi autoimun. Contoh penyakit autoimun yang dapat mengganggu kinerja sistem limfatik adalah autoimmune lymphoproliferative syndrome (ALPS). Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah dan trombosit, serta kerusakan sel darah putih neutrofil. Selain itu, penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis, skleroderma, dan lupus, juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem limfatik.

Sumber:

https://www.alodokter.com/memahami-sistem-limfatik-dan-gangguan-yang-dapat-terjadi

https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-sistem-limfatik-dan-fungsi-masing-masingnya