Allah Mengajar Melalui Alam Semesta
Ala mini memiliki suatu hal yang unik, ada yang langsung berguna untuk dimanfaatkan ada yang memerlukan proses berfikir tukmemanfaatkannya. Manusia memiliki kamus pengetahuan yang tersebar luas di jagat raya ini. Mari kita lihat apa saja yang di hasilkan alam.
Lihatlah ketika terjadi pembunuhan pertama kali oleh anak adam, maka yang mengajari untuk mengubur adalah burung gagak.
Pada tumbuhan rambat terdapat spiral seperti perbaja yang dibuat manusia. Ceret telah ada pada tumbuhan ceret.
Terbang memakai radar sudah dilakukan kalilawar. Mendeteksi dengan inframerah telah dilakukan oleh ular Derik Berlian. Itulah yang menyebabkan bias menerkam di gelap malam.
Isac Newto dapat menemukan hukum gravitasi karena melihat apel jatuh. Galileo menemukan prinsip pendulum ketika melihat lampu gantung bergoyang.
Penjaga perbatasan lembah Missippi menemukan sejenis kembang matahari yang daunnya dapat menunjukan arah mata angin.
Pohon kayu manis di India sangat peka mengandung magnet dan listrik dan mampu dipergunakan untuk meramal cuaca. Ahli Botani yang pertama kali mencoba di New Garden London, berhasil mengetahui akan datangnya angin puyuh, badai dan topan, gempa bumi serta letusan gunung berapi melalui tanaman itu.
“Dia yang member tahu dengan Qalam, memberi tahu manusia apa apa yang belum mereka ketahui” (Al-‘Alaq : 4-5)
Melalui tumbuhan berkayu kita mampu melihat lama hidupnya. Ia mencatat keadaan iklim di masa silam dan bahkan arah angin. Banyak hewan yang sensitive terhadap gempa, mereka terlihat gusar sebelum gempa datang.
Maka ini berrti peradaban modern yang dimiliki manusia adalahdari belajar dari Al-Qalam yang ada di Alam. Jadi ALLAH mengajar dengan qalam, namun bukan menggunkan pena tetapi dengan menggunkana fenomena alam.
0 Komentar