Ternyata mimpi punya manfaat kirain mimpi hanya bunga tidur doang atau hanya sebuah ramalan gak nyangka juga sih mimpi bermanfaat juga benar-benar tiada yang sia-sia semua yang ada di alam semesta ini.
  1. Mimpi sebagai perangsang ingatan jangka panjang, Eugen Tarnow mengatakan kalau mimpi adalah perangsangan pada ingatan jangka panjang yang selalu ada,bahkan pada saat sadar. Keanehan mimpi karena format ingatan jangka panjang. Berdasarkan penemuan Penfield & Rasmussen bahwa rangsangan listrik pada korteks otak dapat membangkitkan pengalaman yang sama dengan mimpi.
  2. Mimpi untuk memperkuat ingatan semantik, Studi tahun 2001 menunjukkan bukti bahwa lokasi ilogis, karakter dan aliran mimpi dapat membantu otak memperkuat keterhubungan dan keselarasan ingatan semantik. Kondisi ini dapat terjadi karena, saat tidur, aliran informasi antara hippocampus dan neokorteks berkurang. Meningkatnya level hormon stress kortisol cukup lama setelah tidur menyebabkan menurunnya komunikasi yang terjadi. Satu tahap konsolidasi ingatan adalah pengkaitan ingatan yang jauh tapi berhubungan. Payne dan Nadal berhipotesis kalau ingatan ini kemudian di konsolidasikan menjadi sebuah narasi yang halus, sama dengan proses yang terjadi saat ingatan yang tercipta waktu stress.
  3. Mimpi untuk membuang sampah, Robert seorang ahli fisiologi dari Hamburg, pertama kali berpendapat bahwa mimpi adalah sebuah kebutuhan dan memiliki fungsi untuk menghapus kesan inderawi yang tidak sepenuhnya bekerja dan gagasan yang tidak sepenuhnya berkembang sepanjang hari. Lewat mimpi material yang tidak lengkap akan dibuang atau diperdalam dan dimasukkan kedalam ingatan.
  4. Mimpi sebagai resonansi dalam rangkaian syaraf, Pada saat tidur, mata tertutup, sehingga otak pada beberapa derajat menjadi terlindungi dari dunia luar. Lebih jauh semua sinyal dari indera (kecuali penciuman) harus melewati thalamus sebelum mencapai korteks otak, dan pada saat tidur aktivitas thalamus terhenti. Ini berarti kalah otak bekerja dengan sinyal dari dirinya sendiri. Sebuah fenomena yang terkenal baik dalam sistem fisika dinamis dimana tingkat masukan dan keluaran dari sistem rendah bahwa ayunan membuat pola resonansi spontan terjadi. Karenanya, mimpi mungkin merupakan akibat sederhana dari ayunan syaraf.
  5. Mimpi untuk menguji dan memilih skema mental, Coutts (2008) berhipotesis kalau mimpi memodifikasi dan menguji skema mental saat tidur dalam sebuah proses yang ia namakan seleksi emosional.