A. Tekanan Pada Zat Cair

Air mengalir akibat adanya perbedaan tekanan sehingga dapat dikatakan bahwa air memiliki tekanan. Air yang diam pun memiliki tekanan yang disebabkan oleh zat cair yang berada pada kedalaman tertentu, disebutdengan tekanan hidrostatis. Besarnya tekanan hidrostatis  bergantung pada ketinggian zat cair, massa jenis zat cair,  dan percepatan zat cair. Untuk memahami hal ini, coba kamu perhatikan aliran air yang diberi tiga lubang bagian atas (A), tengah (B), dan bawah (C)! Pancaran air paling jauh ditunjukkan oleh lubang bawah (C), lalu tengah (B), kemudian atas (A). Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pada lubang bawah (C) lebih besar daripada tekanan pada lubang tengah (B) dan lubang atas (A). (PC)> (PB)> (PA).

B. Hukum Pascal

Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair di ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata. Menurut Hukum Pascal, tekanan zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata. 


Tekanan ini gaya pada luas bidang tekan pengisap kedua (A2) sebesar F2 sehingga kamu dapat menuliskan persamaan sebagai berikut.


 
Dari Persamaan diatas , dapat disimpulkan bahwa untuk  mendapatkan efek gaya yang besar dari gaya yang kecil, maka luas penampangnya harus diperbesar.Inilah prinsip kerja sederhana dari alat teknik pengangkat mobil yang disebut pompa hidrolik.

C. Bejana Berhubungan

Pernahkah kamu berpikir mengapa air sumur tidak pernah kering walaupun setiap saat kamu pompa airnya. Apabila kamu perhatikan dasar kolam, laut, atau danau tidak rata. Bagian yang dalam, ada yang dangkal, dan ada pula yang curam seperti palung laut  namun, bagaimanakah permukaan airnya? Tuhan menciptakan permukaan air selalu rata. Adapun alat-alat yang menggunakan prinsip bejana 
berhubungan di antaranya sebagai berikut:
  1. Ceret
  2. enyipat datar
  3. Sumur 
D. Hukum Archimedes

Seorang ahli Fisika yang bernama Archimedes  mempelajari hal ini dengan cara memasukkan dirinya pada bak mandi. Ternyata, ia memperoleh hasil yang sama dengan hasil percobaanmu, yakni beratnya menjadi lebih ringan ketika di dalam air. Gaya ini disebut gaya apung atau gaya ke atas (FA). Gaya apung sama dengan berat benda di udara dikurangi dengan berat benda di dalam air.


Besarnya gaya apung ini bergantung pada banyaknya air yang didesak oleh benda tersebut. Semakin besar air yang didesak maka semakin besar pula gaya apungnya. Hasil penemuannya dikenal dengan Hukum Archimedes yang menyatakan bahwa apabila suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair, baik sebagian atau seluruhnya, benda akan mendapat gaya apung (gaya ke atas) yang besarnya sama dengan berat zat cair yang didesaknya (dipindahkan) oleh benda tersebut. Secara matematis ditulis sebagai berikut.



Benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu tenggelam, melayang, dan terapung.

1. Tenggelam
Benda disebut tenggelam dalam zat cair apabila posisi benda selalu terletak pada
dasar tempat zat cair berada. Pada benda tenggelam terdapat tiga gaya yaitu:

W = gaya berat benda
Fa = gaya archimedes
N = gaya normal bidang


2. Melayang 
Benda melayang dalam zat cair apabila posisi benda di bawah permukaan zat cair dan di atas dasar tempat zat cair berada. Pada benda melayang terdapat dua gaya yaitu: Fa dan W
Dalam keadaan seimbang maka :



3. Mengapung
Benda terapung dalam zat cair apabila posisi benda sebagian muncul dipermukaan zat cair dan sebagian terbenam dalam zat cair. Pada benda terapung terdapat dua gaya yaitu : Fa dan W. Dalam keadaan seimbang maka : 


Teknologi- teknologi dibawah ini  memanfaatkan prinsip ini adalah kapal selam,  balon udara, hidrometer, dan jembatan ponton.
  1. Kapal Selam
  2. Hidrometer
  3. Jembatan Ponton
  4. Balon Udara

Daftar Pustaka:
Karim, S.,  Ida, dan Yuli, (2008), Belajar IPA: membuka cakrawala alam sekitar 2 untuk kelas VIII/ SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan,  Departemen Pendidikan Nasional.

Kanginan, M. (2006).  Fisika untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Tipler, P. A.  (1998). Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlanggga.

Giancoli, D. (2001). Fisika  Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.