Tanpa kita sadari di dunia ini ada banyak orang yang hidup dari sampah, yang kita kira tidak berguna lagi dan membuang dengan seenaknya disembarang tempat ternyata masih ada orang-orang yang memanfaatkan untuk keberlangsungan hidupnya. Sya salut pada mereka yang tidak jijik mengais sampah demi bertahan hidup. Bukan,,, bukan makan sampah, tapi biaya kehidupan dihasilkan oleh sampah.
Kita mungkin sudah kebanyakan tahu kalau sampah bisa diproduksi menghasilkan produk baru yang bermanfaat bagi manusia, atau yang kita kenal dengan proses daur ulang. Bahkan banyak orang meraup uang yang jumlahnya tidak sedikit dari keahlian dalam daur ulang sampah. Sampah bisa didaur ulang menghasilkan kerajinan atau pupuk kompos yang berguna bagi tumbuhan. Kita juga tidak asing lagi bahwa produksi sampah di dunia hampir masuki ambang batas, dimana sampah menjadi masalah kehidupan bagi manusia. Karena mengingat sangat sulitnya proses pemecahan senyawa kimia yang terkandung pada sampah, waktu yang dibutuhkan sangat lama yaitu memerlukan bertahun-tahun agar sampah terurai dengan sempurna oleh mikroorganisme. Contoh sederhananya adalah sampah plastik, untuk sampai saat ini penanggulangan sampah plastik belum menemukan ujung penyelesaian. Andai saja ada suatu bahan kimia pengurai sampah plastik dengan cepat maka tidak akan memerlukan waktu untuk mengurainya jadi manusia tidak menunggu mikroorganisme untuk mengurai sampah plastik. Penanggulangan untuk saat ini, manusia dikenalkan untuk mengurangi penggunaan plastik, seperti belanja ke supermarket atau pasar tradisional lainnya manusia sangat disarankan menggunakan tas goni atau tas yang bisa dipakai berulang. Namun tingkat kesedaran manusia dalam hal ini sangat kurang, karena manusia lebih suka dengan yang praktis dan tidak ribet.
Sampah merupakan masalah besar bagi manusia saat ini maupun masa depan jika gaya hidup tidak berubah. Manusia terlalu tidak perduli dengan alam, padahal manusia membutuhkan alam untuk keberlangsungan hidup. Banyak sisi negatif dari sampah, dari terjadinya banjir, lingkungan tidak sehat dan dapat menimbulkan permasalahan penyakit lainnya akibat pencemaran yang disebabkan oleh sampah. Jadi untuk para manusia jika timbul sisi negatif pada alam maka jangan salahkan alam, karena kita sendiri yang menanam benih itu. Memanen benih entah itu kita saat ini atau penerus kita di masa depan maka nikmatilah karena ini kesalahan kita sebagai manusia. Kita ingin hidup nyaman dan damai tapi tidak tidak ada tindakan dari kita, but imposible.
Penanggulangan kedua untuk masalah sampah yaitu proses pembakaran di tempat pembuangan sampah, hal ini mencemari udara dan menimbulkan yang tidak baik untuk pernafasan hanya dari asap pembakaran sampah.
Beberapa orang memanfaatkan sampah sebagai agen pengempul sampah yang dikenal dengan pengempul butot. Dimana mereka mencari sampah yang dapat di daur ulang akan dijual ke pengempul. Hanya dari sampah pengempul bisa meraup hasil uang yang banyak.
Dari sekian banyak penjelasan itu yang paling membuat saya kagum dan salut adalah mereka yang mengumpulkan sampah. Mereka dengan semangat tanpa mengeluh memilih sampah yang masih bisa digunakan kembali untuk di daur ulang. Di tempat kerja saya, saya melihat tukang sampah, dia yang menghandel masalah sampah, berbaur dengan sampah dan dengan uletnya memisahkan sampah dengan berbagai jenis bahan organik dan anorganik maupun yang bisa di daur ulang lagi dan tidak di daur ulang lagi. Kadang saya melihat dia makan dikelilingi sampah, dengan lahapnya dia menyantap makanan diantara tumpukan sampah. Saya salut dengan orang-orang seperti ini, tidak mengeluh, semangat, tidak malu. Lalu kenapa saya tidak bersyukur dengan keadaan saya saat ini. Kadang saya berfikir kita mengeluh dengan pekerjaan kita, tapi mereka dengan susah payah untuk bertahan hidup hanya dari sampah. Semua hal perlu disyukuri karena mereka aja penuh syukur sedangkan kita yang bisa dibilang kehidupannya lebih baik dari mereka tapi tidak bersyukur dan banyak mengeluh. Aku salut pada mereka, benar kata pepatah jangan pernah melihat terus ke atas tapi lihatlah kebawah. Mengeluh boleh tapi jangan terlalu memprotes dengan keadaan kehidupan. Ya finaly seperti ini.

0 Komentar