Manusia memiliki otak yang berfungsi untuk mengkoordinir seluruh sistem kegiatan tubuh, bisa dikatan otak adalah penunjang utama untuk manusia hidup. Otak memiliki berbagai jenis gelombang yang dihasilkan yaitu berupa gelombang listrik. Gelombang ini dapat diukur melalui frekuensi dan amplitudo dan gelombang ni memiliki fungsinya masing-masing yang dapat mempengaruhi aktivitas dan prilaku manusia. 

Gelombang otak dapat diukur dengan sebuah alat bernama Electroencephalogram (EEG). Penemu EEG adalah Hans Berger (1919-1938) yang merupakan seorang profesor psikiater berasal dari Jerman yang menemukan EEG. EEG adalah sebuah alat yang mampu memvisualisasikan gelombang otak manusia ke dalam bentuk grafik. Penelitian menunjukan bahwa gelombang otak (brainwave) tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang.


Berbagai jenis gelombang otak yang ada manusia,

1. Delta (0.5 – 4 Hz)
Gelombang otak ini terjadi pada saat tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase delta ini adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Pada saat ini tubuh melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat tertidur lelap. Frekuensi terendah ini muncul saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tak bisa merasakan badan, dan tidak berpikir. Di gelombang ini otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone/ hormon pertumbuhan) yang bisa membuat orang awet muda. Bila seseorang tidur dalam keadaan Delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski hanya beberapa menit, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.
Gelombang otak Delta dapat memicu perasaan empati bahkan bisa mencapai tingkat ekstrem, menimbulkan perasaan santai, rileks, tenang dan bahagia.
Dapat mempertajam intuisi, meningkatkan daya tahan tubuh dengan melepaskan stres, serta meningkatkan kemampuan spiritual. Gelombang ini disebut-sebut menjadi gelombang otak yang berperan besar dalam hal yang berkaitan dengan aktivitas spiritual seperti astral projection.
Namun, kebenaran ini belum terbukti secara ilmiah. Orang-orang yang pernah melakukan dan memiliki pengalaman ini mengklaim bahwa mereka menggunakan gelombang otak Delta dan Theta untuk membuat koneksi dengan dimensi yang berbeda.
Riset yang dilakukan para pakar di bidang pikiran dan otak, di luar negeri mendapatkan satu hasil yang menyatakan bahwa anak saat berusia 0 – 3 tahun hanya beroperasi dengan menggunakan pikiran bawah sadar. Dengan demikian apapun yang dialami oleh seorang anak pada 3 tahun pertama hidupnya akan diserap semuanya oleh pikiran bawah sadarnya. Jika mau lebih tepat, sebenarnya pikiran bawah sadar sudah aktif sejak anak masih dalam kandungan.
Filter mental (pikiran sadar) baru mulai terbentuk saat anak berusia 3 tahun. Filter ini akan semakin menebal pada usia 8 tahun dan akan sangat tebal pada usia 13 tahun. Walaupun pikiran sadar ini semakin kuat kerjanya pada usia 13 tahun, dari penelitian yang lain didapatkan satu penemuan menarik, yaitu anak mulai usia 0 – 13 tahun masih sangat banyak yang beroperasi pada gelombang otak theta ( 4 – 8 Hz). Ini adalah gelombang pikiran bawah sadar.

2. Theta (4 – 7.5 Hz)
Aktivitas gelombang Theta ini merupakan gelombang otak yang bekerja di alam bawah sadar manusia dan terjadi ketika manusia dalam keadaan tidur ringan namun hampir tertidur dalam posisi mengatuk.
Gelombang otak ini biasanya digunakan saat trance, hypnosis, meditasi penuh, berdoa, dan ketika manusia melakukan sesuatu yang sangat fokus dan konsentrasi penuh, misalnya seperti pada saat melatih dan menyalurkan energi melalui tenaga dalam.
Oleh karena itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar, imajinasi, mudah menerima informasi apa adanya. Pancaran frekuensi ini menunjukkan seseorang sedang dalam kondisi mimpi. Dalam kondisi ini, pikiran bisa menjadi sangat kreatif dan inspiratif. Seseorang akan menjadi khusyuk, rileks, pikiran hening dan intuisi pun muncul. Ini semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP ( Arginine vasopressin).

3. Alpha (7.5 – 12.5 Hz)
Gelombang Alpha ini biasanya terjadi ketika kita tengah rileks, melamun atau menghayal dan santai. Gelombang otak ini juga bisa menghubungkan antara fikiran sadar dan alam bawah sadar. Gelombang Alpha bisa dibilang pusatnya kreativitas dan kecerdasan otak manusia.
Kondisi bekerja di bawah pengaruh gelombang Alpha akan memberikan ide-ide kreatif yang lebih menarik. Selain, gelombang ini menghindarkan kita dari kondisi stres yang membuat daya tahan tubuh melemah. Gelombang Alpha juga baik dalam membantu manusia dalam penyelesaian masalah.
Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Alpha adalah pikiran yang paling cocok untuk pemrograman bawah sadar.
 Anak-anak balita selalu berada dalam kondisi alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Dalam kondisi gelombang ini, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman dan bahagia. Gelombang alpha akan membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat.

4. Beta (12.5 – 30 Hz)
Gelombang otak Beta ini terjadi ketika manusia dalam keadaan kesadaran penuh. Ketika manusia dalam keadaan fokus untuk berpikir logis dan rasional dalam pemecahan suatu masalah, yaitu ketika otak kiri akan bekerja secara aktif, maka tingkat gelombang Beta dalam otak juga akan semakin meningkat.
Meningkatnya gelombang Beta hingga frekuensi tinggi ini dapat memicu dan memberikan impuls ke otak untuk mengeluarkan hormon kortisol dan norepiferin yang akan menimbulkan tekanan berupa kecemasan atau kekhawatiran, marah, serta tekanan stres dan depresi. Akibat buruknya, beberapa gangguan penyakit mudah datang jika kita terlalu aktif di gelombang ini.

5. Gamma (30 – 100 Hz)
Gelombang otak ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki aktivitas otak yang cenderung tidak biasa bahkan ekstrem, bisa dikatakan di atas rata-rata. Misalnya, ketika seseorang sedang menghadapi sebuah kompetisi atau kondisi depresi atau sangat ketakutan.
Ketika seseorang secara dominan bekerja dengan gelombang otak Gamma akan membuat kerja menjadi lebih optimal, pemecahan masalah yang lebih baik, kebahagiaan internal dan kepedulian terhadal orang lain menjadi semakin jelas. Gelombang otak ini cukup berbahaya bagi otak.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan gelombang otak Gamma adalah dengan tidur yang cukup dan berkualitas. Selain waktu, kualitas tidur seseorang juga penting.


Untuk saat ini pengoptimalan gelombang otak manusia masih terus diuji. Pusat intelejensi manusia ini memang bila diasah dan dioptimalkan akan meningkatkan kecerdasan, kreativitas, ketenangan hidup, meningkatnya daya tahan tubuh hingga kemampuan pemecahan masalah yang sangat baik. Salah satunya adalah dengan terapi gelombang otak dengan binaural beats, meskipun masih menjadi kontroversi sebagian kalangan yang meyakini jenis terapi ini sebenarnya berbahaya.

Sumber:

https://www.idntimes.com/science/discovery/ulfa-setyaningtyas/fungsi-gelombang-otak-exp-c1c2

https://www.kompasiana.com/aranhakim/mengenal-gelombang-otak-dan-cara-kerja-pikiran-bagian-1_54f6a04ea3331177438b45ae