Hingga dia menemukan seseorang yang mencintainya tanpa syarat. Pria yang selalu tersenyum ketika mengalami kesulitan, tidak pernah mengeluh dengan nasib yang dijalani. Seorang pria pekerja keras dan bertanggung jawab, dekat dengan Tuhan dan selalu mendengarkan perkataan seorang gadis. Mereka seperti tidak pernah terpisahkan, seperti satu tubuh yang utuh. Rasanya cinta mereka sangat sempurna. Dia selalu memberikan kejutan setiap kali pria itu ulang tahun. Banyak hal yang diberikannya, dan hal terakhir yang diberikannya adalah Al-Qur'an dan Sajadah. Dengan harapan pria itu lebih dekat dengan Tuhannya. Selalu meminta Tuhan agar menyatukan keduanya. Tidak nama yang menghiasi kehidupannya dan dalam do'a kecuali nama pria yang sellau menemaninya.Pria yang luar biasa, namun pria itu bukan orang memiliki harta, bukan orang yang mengecap bangku sekolah. Semua terjadi karena perjalanan hidup yang terlalu rumit. Pria itu adalah keturunan dari orang yang ternama dan selepas ketiadaannya menjadi jatuh terjatuhnya dengan keluarga yang berantakan, kehidupan yang luar biasa berantakan. Banyak perbahan yang terjadi ketika pria itu bersama dengan dia. Namun semua harus berakhir karena adanya semua pertemuan. Sebera besar mencintai pada akhirnya harus terpisah karena tidak ada restu yang akan mengikat menjadi takdir. Dia diam dan melepas kepergian pria itu dengan alasan yang tidak pernah jelas, dalam hatinya dia masih mencintainya. 

Dia melakukan perjalanan mencari pria lain yang mungkin saja sebaik cinta pria itu, namun yang ada hanya kesakitan, kebohongan dan kecurangan yang diberikan. Mungkin ini suatu karma karena telah menelantarkan cinta yang sepenuhnya sangat mencintai.Apakah ada bahagiah untuk dia?

 


Dia mencari makna hidup dari setiap perjalanan yang dilalui, dari setiap pristiwa dalam kesakitan. Mungkin dengan hadirnya cinta dari kekasih akan membuat bahagiah. Namun salah besar, dia terlalu polos hingga mencintai setiap lelaki yang tidak pantas dicintai. Dia terlalu percaya kepada setiap lelaki yang terlihat sangat baik dan perduli padanya. Aku sudah melarangnya tapi cinta membutahkan segalanya hingga dia terluka oleh kepercayaannya sendiri kepada setiap lelaki yang dipercayanya.Dia terdiam bersama waktu ketika memandang langit yang terus perlahan menjauh, sesulit inikah untuk menggapai bahagiah? Apakah langit sangat jauh untuk digapai?

 


Dia tidak mempercayai satu orang pun pria yang hadir, kini hatinya beku untuk percaya pada seseorang yang baru. Aktivitasnya hanya untuk bekerja dan belajar, setiap malam dia hanya mampu menangis sendiri melihat semua perjalanan atau mengingat perjalanan yang telah dilalui.Dengan tiba-tiba seorang pria hadir, pria yang memiliki cinta yang sama seperti pria pertama yang hadir. Pria yang aneh, yang tidak tahu seperti wujudnya, tapi dia sangat mencintai pria itu. Dia tidak tahu kenapa dia mencintainya, padahal pria itu sering menyakitinya dengan perasaan. Sering bercerita tentang wanita lain, bahkan pria itu sering menghilang dari kehidupanya. Tapi tetap aja dihatinya sangat mencintainya. Cinta itu hadir tanpa syarat, tanpa tahu apa penyebabnya. Pria yang pertama datang kembali, mengajukan lamaran untuk sehidup semati. Tapi kondisinya dia sedang menjalin hubungan dengan pria yang kedua. Di saat pria pertama bertanya kenapa lamaran ditolak, padahal saling mencintai? Dan dia berkata "Aku mempunyai seseorang yang sangat aku cintai, yang level cintanya setara dengan kamu." Saat itu pria kedua menghilang tanpa kabar. Dia meneteskan air mata ketika melihat pernikahan pria pertama dengan wanita lain, dengan harapan andaikan yang berada di sampingnya adalah dia. Dia pernah berfikir bagaimana hidup jika tidak bersam dengan pria pertama, karena cinta yang begitu besar. Hubungan dua tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mengisahkan perjalanan. Andai pria pertama tahu, "Aku tidak menyusahkanya, aku tidak membebaninya, untuk menjemputku yang ada disini. Aku tidak ingin dia diremehkan oleh keluargaku karena tidak berpendidikan. Aku tidak ingin dia diejek oleh semua orang karena berpasangan denganku." Dia merelakannya pergi untuk selamanya dari hidupnya. Dia yang dulu takut kehilangan pria pertama, kini melepas pergi untuk seamanya. Dia bersyukur pria pertama mampu lepas dari masa lalu akan hubungan mereka dahulu. karena pria pertama selalu berharap untuk bersatu bersama dia. Selama enam tahun pria pertama sellau meyakinkan dia, selalu mengejar. Tapi dia selalu berusaha cuek, walau dalam hati dia mencintai pria pertama. Pria kedua apa kabarnya? Tidak ada kabar,hingga seorang wanita datang dan mengancam dia untuk menjauhi pria kedua. Wanita mengaku memiliki hubungan spesial kepada pria kedua. Dia harus bertanya kepada siapa tentang kebenaran sedangkan pria kedua tidak bisa dihubungi, tidak ada kabar. Haruskah dia melepaskannya? Lagi-lagi dia menangis sendiri dalam kamar. Sesulit inikah kisah cintanya? Dalam kesedihannya seorang pria ketiga menghiburnya dan menjalin kisah selama enam bulan. Betapa terkejutnya dia pria kedua mencarinya, dengan alasan telah selesai dari tugas. Ada perasaan senang dari hatinya ketika pria kedua kembali, karena dia sangat mencintainya. Tapi dia tidak tahu harus bagaimana, dia berada diarus yang salah. Hingga pria kedua kembali pergi.

 


Andai pria kedua tahu selama tiga tahun dia mencintai tanpa syarat.Dengan penuh ketulusan menunggu pria kedua untuk hadir datang menghampirinya. Dia sering bermimpi sebelum tidur tentang perjalanan yang akan dilalui bersama. Kehidupan bersama yang indah, tapi akankah itu hanya menjadi impian? Andai pria itu membaca ini, dia selalu menolak setiap pria yang datang melamar hanya untuk pria kedua yang tidak tahu seperti wujudnya. Dia memutuskan menjauh dari pria ketiga hanya untukmempercayai cinta kepada pria kedua. Dia selalu melihat bayang, mendengar suara dari pria kedua. Pertanyaanku sederhana haruskah dia merelakan kembali cintanya? Salahkah dia mencintai orang yang dia cintai? Pria kedua pernah bilang "Aku masih memiliki rasa seperti dulu, dan tidak akan pernah berubah." Tapi pertanyaanku kenapa pria kedua menghilang kembali meninggalkan dia sellau dalam sepi, dalam tangisan, dalam impian hanya tentang pria kedua. Kehidupan dia seperti orang gila, mencoba melupakan, berusaha mengikhlaskan tapi kenapa bayangnya selalu hadir tiba-tiba, padahal tidak pernah diingat. Semangkin dia dekat dengan Tuhannya, dia menangis untuk pria kedua. Jelaskan padaku apa akhir dari kisah ini? Kalian tahu apa harapan dia? "Jika aku memang merelakan kembali maka ijinkan aku keluar dari dunia ini, karena kau tidak sanggup untuk melihat setiap cintaku bahagiah tanpa aku, aku tidak sanggup untuk terus menangis." Dia selalu berusaha mengubah takdir dengan do'a tapi tetap saja belum ada hasil. "Aku lelah"