Penglihatan menembus jauh melihat sebuah desa yang sangat kelasik di wilayah pulau jawa, penuh dengan kedamaian di balik sistem tradisionalnya. Banyak anak-anak bermain dengan mainan tradisional seperti kelereng, mainan yang terbuat dari bambu atau pelepah pisang. Tidak ada teknologi maju seperti yang kita alami seperti saat ini. Pepohonan banyak menutupi seolah melindungi desa, bangunan rumah yang masih terbuat dari anyaman bambu dan atap yang masih terbuat dari anyaman juga. Pagar-pagar rumah yang terbuat dari bambu, belum ada masuk listrik, yang ada hanya obor dan lampu teplok yang bisa menerangi di waktu malam.
Sore hari di perkampungan desa yang ramai dengan aktivitas, kabut mualai turun menyelimuti desa dengan suasana segar dicampur dingin karena molekul butir air yang terkandung. Di tengah desa ada rumah yang terdapat gadis paling cantik di desa, gadis bunga desa yang dikagumi oleh setiap lelaki yang memandang. Paras ayu dan kelembutan yang santun dengan moral dan pribadi yang penyayang. Langsing, tinggi dengan rambut panjang lurus. Memakai baju kebaya tradisional yang biasanya dipakai saat masanya. Kebaya berwarna abu-abu dengan bunga-bunga, senyum sang gadis membawa kedamaian yang penuh dengan makna.
Sang gadis jatuh cinta kepada salah satu anggota militer pelindung negara. Pasangan yang sangat serasi dan harmonis, tidak ada pertengkaran serius diantara kedunya bahkan komunikasi berjalan dengan baik. Penjajahan sangat merebak, tentara asing mendirikan pangkalan militer disetiao wilayah berpotensi negara. Negara mengalami kiris ekonomi karena banyaknya tentara asing yang datang tanpa ijin dan memasuki wilayah unguk mengambil wilayah tersebut. Kekasih bunga desa harus pergi dalam tugasnya, menjalankan misi negara mengusir para penjajah dari tanahnya bersama pasukan. Saling janji setia dan saling menunggu satu sama lain dengan yakin keajaiban berpihak kepada keduanya, prajurit pergi dengan hati legah. Beberapa orang prajurit diperintahkan melindungi desa, tidak menjadi prioritas perlindungan karena tidak akan ada perkiraan asing mengusai desa.
Namun waktu salah menempatkan posisi, atau takdir yang terlalu agresif memutuskan setiap kisah. Pasukan militer negar penjajah memasuki desa, dalam sekejap mengusai desa. Darah rakyat sendiri merupakan hiasan yang paling indah dalam dunia pertempuran. Pria menjadi tawanan untuk pekerja paksa, sedangkan para wanita dipaksa melayani nafsu sex para tentara. Sangat miris ketika satu wanita harus dipaksa melayani puluhan tentara. Sedangkan anak-anak menyaksikan setiap kebejatan yang ada, dan tumbuh dengan asuhan kekerasan. Diajarkan sebagai mata panah untuk menusuk jantung negaranya sendiri.
Gadis bunga desa menjadi tawanan komandan pasukan militer asing. Setiap hari menjadi neraka baginya harus melayani nafsu liar komandan dari sore hingga ke paginya. Harapn pupus atas janji menjaga kesucian yang akan diberikan hanya untuk kekasinya. Dengan banyak paksaan dan penyiksaan dalam bercinta membuatnya tidak lagi memahami maksud kehidupan. Harga diri telah dirampas dengan mudahnya. Gadis itu ingin mati mengakhiri nyawanya sendiro, tidak sanggup menahan derita takdir yang sengaja tertulis dalam kisahnya. Tapi ketika gadis ingin menikam dirinya sendiri dengan pisau, komandan pasukan melihat dan menghentikan tindakannya. Dengan kasar komandan pasukan menyeretnya menuju ruang makan siang dan melemparkan tubuh gadis ketengah perkumpulan pasukan yang sedang makan siang. Membuat seluruh pasukan bersorak senang, karena selama ini mereka memimpikan untuk menikmati tubuh gadis bunga desa yang kecantikan tidak perlu dipertanyakan lagi. Gadis itu digilir oleh ribuan tentara dengan kasar, menyebabkan kematian gadis karena tidak tahan untuk melayani tentara yang banyak. Sungguh kematian yang sangat tragis dan menyakitkan. Hari-harinya berharap kekasihnya menyelamatkan tapi mungkin kekasihnya tidak akan menerimanya karena kesucian telah terenggut paksa, di akhir kematiannya hanya ada banyangan dari setiap kenangan bersama kekasihnya. Gadis yang mati tanpa belas kasih.
Seorang pengukur ilmu menyaksikan kebiadapan yang terjadi hingga memuja tubuh sang gadis untuk menciptakan ajian dari keindahan. Gadis terindah dengan kecerdasan yang merupakan satu-satunya milik negara kini menjadi sukma lalang buana. Menjadi bagian terlangka dari dunia selanjutnya yang tidak dapat dijelaskan dengan makna.
Kekasihnya tidak ada jelas kelanjutannya, karena tidak ingin menceritakan perjalanan dan sebab apa yang tertanggung. Sang Gadis hanya mengisahkan kisah diri yang harus bertahan tapi tidak mampu.
Pancasona
0 Komentar