Aku melihat kembali batu kenangan itu, batu-batuan yang ada di aliran sungai. Batu-batuan magic yang memiliki daya sihir luar biasa. Aku menggosok satu persatu batu dengan penuh harapan, aku sibuk menngosok disana dan disini menyampaiakan sebuah kegundahan. Sedangkan dua orang pengawal setiaku bersama dengan satu dayang memperhatikanku dengan rasa putus asa. Aku terus menangis tanpa henti, terus mengusap batu demi batu. 
"Aku mohon sampailah."
Basah pakaianku tidak membuat aku berhenti melakukannya. Hingga rasa putus asa menghampiri aku, aku menangis dengan sangat keras. Kehidupanku telah hancur. 

Aku kembali ke istana, di perjalanan pulang aku melihat rakyatku kelaparan. 
"Ya Tuhan, apa dosaku?"
Aku mencari tabit untuk mencari ramuan penawar racun yang ada di tubuhku. Tapi semua tabit dalam negara telah dibunuh oleh penyihir. Aku sungguh sangat merasa putus asa, aku tidak tahu meminta bantuan kepada siapa lagi. Aku terus berjalan menuju istana, dan kedatangku di sambut oleh ahli sihir kerajaan.
"Permaisuriku, habis dari mana?"
Aku hanya mampu terdiam karena merasa jijik melihatnya. 
"Bagaimana dengan tawaranku, apakah kamu mau jadi ratuku? Aku akan memberi penawarnya." Dan untuk kesekian kalinya aku hanya mampu terdiam. Pengawal membawa aku ke gubuk kecil, penyihir itu mengurung aku digubuk dan menyegel dengan sihir.

Malam bulan purnama bersinar terang hanya mampu aku saksikan dari jendela kecil dengan jerjak sebagai penghalang. Sangat tinggi tidak mampu digapai. Aku yang terduduk lemah di bale-bale yang di bawahnya banyak jerami untuk menghangatkan ruangan. Tubuhku mulai sangat lemah, aku diracuni oleh penyihir istana untuk melemahkan daya sihir dan kemampuanku dalam pengobatan dan segala hal. Penawar yang ada hanya pada penyihir.


Aku masih memndang langit bulan purnama.
"Wahai jenderal cepatlah kembali, aku membutuhkanmu." Hingga akhirnya aku terlelap tanpa lagi bernafas, yang sebelumnya tercekik sangat dalam. 

💎💎💎

Kerajaan ini adalah kerajaan yang memiliki luas wilayah kecil, kejayaan yang dimiliki terdengar hingga keseluruh dunia. Kerajaan dikenal dengan ahli sihir, sihir dan pengobatan adalah penompang utama dalam kerajaan. Aku putri satu-satunya dari pasangan ratu dan raja. Aku ahli dalam berpedang dan pengobatan, dan menjadi plus daya energi sihirku jauh lebih besar dari siapa pun. Mungkin aku memng terlahir dengan bakat sihir. Aku jatuh cinta kepada jendral pasukan istana. 

Suatu hari raja memerintahkan jendral untuk menangani pemberontakan di perbatasan. Tapi tidak di sangkah ketika jendral terkuat keluar istana, penyihir istana adalah dalam dibalik pemberontakan.
Dia telah membunuh raja dan ratu dengan sadis. Sedangkan aku setiap harinya diminumkan ramuan pelumpuh tanpa sepengetahuan aku. Dan hingga akhir aku menjadi lemah, aku kehilangan daya sihir. Seorang yang dekat menjadi penghianat yang mematikan. 

Di saat terjadi pristiwa itu, aku selalu berharap jendral dapat kembali. Tapi hingga akhir hayatku tidak menemukan jendral kembali. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Yang jelas aku merasa sangat takut.