Aku Terbebani Waktu
Menunggu Malam Dipelataran Jalan
Matanya Tajam menatap Rekat
Rindu Waktu Sang Akrab Mendekat

Resahku Didengar Alam
Menertawakan Risau Suram
Ia Mengejek Langkah Nafas Kelam
Detak Jantung Yang tersendat-sendat kejam
Aku Tertawa Pada Bulan
Takan Kau Ku Genggam Erat Tangan

Retak Jiwa Hati Memekat Malam
Tatap Sayu Membujuk Sekat-Sekat Temaram

Sudah Hilang Harapan Sayanx
Swara Jiwa nan Hati Yang Benam
Bayangnya Pekat Redam Tenang
Ia Menyerah Pasrah Tenang