Kabut menyapa pagiku
Di pijak rasa ngantukku
Oleh dingin semerbak embunmu
Tetes demi tetes bunyi air merindu
Aku dihujani rasa Frustasi
Menatap tajam menusuk Qolbuku
Mencuri hela nafas jejak langkahku
Menutup gerak jiwa bebas menuntunku
Aku dipersimpangan jalan buntu
Bimbang arah pikiran mengelana tampa arah
Menatap jauh kerinduan bersama
Jauh menyongsong waktu maya
Aku terbuang dari sisi mana saja
Disingkirkan, diacuhkan, dibuang
Hati memberontak tajam
Menangis keluh sampai ke hulu
Menyendiri adalah keheninganku
Menyusup Qolbu dikeramaian hati
Mendengar rintihan Sang penyayat hati
Melihat cahaya terang disisi Sang Illahi
Rabu, 27 Februari 2019

0 Komentar